Desa Pekalongan: Inovasi Pelestarian Budaya Menuju Desa Mandiri dan Berdaya


Pekalongan, Pati
– Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, kini menorehkan jejak sebagai pelopor pelestarian budaya sekaligus penggerak kemandirian desa. Melalui program digitalisasi manuskrip, desa ini tidak hanya mengamankan aset sejarah, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan ekonomi kreatif dan edukasi, selaras dengan semangat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) RI dalam mewujudkan desa berdaya.

Inisiatif digitalisasi manuskrip oleh tim Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Pati di Makam Toro menjadi bukti nyata komitmen desa. Diah Ayu Pratiwi dari Arpusda Pati mengungkapkan, respons masyarakat melampaui ekspektasi, dengan lebih dari sepuluh manuskrip kuno berhasil teridentifikasi [1].

Manuskrip-manuskrip ini, meliputi fikih, tarekat, Al-Quran, dan kitab kuning, merefleksikan kekayaan intelektual dan spiritual leluhur Pekalongan. Digitalisasi menjamin pengetahuan berharga ini terlindungi dari kerusakan fisik dan dapat diakses luas oleh generasi muda serta peneliti, mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.

Tampak Perangkat Desa dan warga desa Pekalongan Winong Pati berpartisipasi dalam digitalisasi manuskrip desa (Faisal,26)

"Dukungan Kepala Desa dan antusiasme warga menjadi kekuatan utama pengembangan manuskrip di desa ini," kata Diah Ayu Pratiwi [1]. Ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat, fondasi penting pembangunan desa berkelanjutan yang didorong Kemendesa PDTT.

Kepala Desa Pekalongan, Ukhbatur Ro'i, S.Pd.I., melihat program digitalisasi manuskrip sebagai pilar pembangunan desa. Ia meyakini inisiatif ini akan mengukuhkan Desa Pekalongan sebagai desa budaya yang mandiri.

"Kami berterima kasih atas partisipasi warga. Dengan paguyuban budaya dan tim manuskrip desa, potensi Pekalongan menjadi desa budaya sangat besar," tutur Ukhbatur Ro'i [2].

Komitmen pemerintah desa melampaui pendataan. Kepala Desa mengusung visi jangka panjang pembangunan Museum Desa. Museum ini tidak hanya akan menjadi rumah bagi manuskrip dan arsip desa, tetapi juga pusat edukasi, riset, dan promosi budaya lokal. Langkah ini sejalan dengan dorongan Kemendesa PDTT agar desa menggali dan mengembangkan potensi lokal sebagai basis pembangunan.

Program digitalisasi manuskrip di Desa Pekalongan adalah teladan kolaborasi antara pemerintah daerah (Arpusda), pemerintah desa, dan masyarakat. Sinergi ini menciptakan inovasi dalam pelestarian budaya. Dengan dukungan kuat, Desa Pekalongan berpotensi menjadi model desa yang berhasil mengintegrasikan warisan sejarah dengan pembangunan modern, mewujudkan desa yang berdaya, berbudaya, dan mandiri, sesuai dengan visi Kemendesa PDTT RI.

Jurnalis: Faisal

[1]:  "Transkrip Wawancara Digitalisasi Manuskrip Desa Pekalongan dengan Diah Ayu Pratiwi, Tim Arpusda Kabupaten Pati."

[2]:  "Transkrip Wawancara dengan Ukhbatur Ro'i, S.Pd.I., Kepala Desa Pekalongan."

Posting Komentar

0 Komentar